KELAS IV SDN 2 PULUBALA
Oleh: Ruwaidah Idrus Aliyu, M.Pd
I. PENDAHULUAN
Literasi membaca merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun demikian, berdasarkan hasil rapor pendidikan serta hasil try out yang dilaksanakan dalam rangka menghadapi Tes Kompetensi (TKA), menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa masih berada pada tingkat yang memprihatinkan, khususnya pada aspek pemahaman bacaan.
Selama ini, pelaksanaan asesmen literasi di sekolah cenderung tidak dilakukan secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan. Praktik yang terjadi lebih bersifat reaktif dan insidental, yaitu baru dilaksanakan ketika siswa akan menghadapi ujian seperti TKA.
Kondisi ini menyebabkan:
- Tidak adanya deteksi dini terhadap kemampuan literasi siswa
- Terlambatnya intervensi terhadap siswa yang mengalami kesulitan membaca
- Terjadinya akumulasi ketertinggalan belajar dari kelas rendah ke kelas tinggi
📌 Dengan kata lain, asesmen literasi selama ini masih bersifat “kagetan”, bukan sebagai bagian dari sistem pembelajaran yang dirancang secara sadar dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, pelaksanaan uji kompetensi literasi pada kelas IV SDN 1 Pulubala ini menjadi langkah strategis dalam:
- Mengidentifikasi capaian riil siswa
- Mendorong pentingnya deteksi dini literasi
- Menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan perbaikan pembelajaran
II. RINGKASAN EKSEKUTIF
Hasil uji kompetensi literasi terhadap 19 siswa menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan dan membutuhkan intervensi segera.
- 68% siswa telah lancar membaca, namun
- 79% siswa belum memahami bacaan
Temuan ini menegaskan adanya kegagalan pada tahap literasi fungsional, di mana siswa mampu membaca teks tetapi tidak memahami maknanya.
Lebih kritis lagi, terdapat:
- 1 siswa masih mengeja suku kata
- 1 siswa masih mengeja kata per kata
📌 Kesimpulan utama:
Sistem pembelajaran literasi saat ini belum efektif dan membutuhkan perubahan kebijakan secara menyeluruh.
III. TEMUAN STRATEGIS
1. Dominasi Ketidakmampuan Memahami (79%)
2. Kesenjangan Membaca vs Memahami
3. Siswa pada Level Sangat Dasar (mengeja)
4. Ekosistem Literasi Sekolah Belum Optimal
IV. IMPLIKASI
Jika tidak ditangani:
- Penurunan capaian akademik
- Learning loss berkelanjutan
- Gagal mencapai kompetensi minimum
📌 Ini adalah masalah sistem, bukan sekadar masalah kelas.
V. REKOMENDASI KEBIJAKAN (WAJIB)
1. Program Membaca 15 Menit (WAJIB)
Dilaksanakan setiap hari sebelum pembelajaran.
2. Aktivasi Perpustakaan
Perpustakaan wajib difungsikan aktif.
3. Pengadaan Buku Berjenjang dan Bermutu
Sekolah wajib mengalokasikan anggaran.
4. Intervensi Siswa Risiko Tinggi
Pendampingan harian bagi siswa yang masih mengeja.
5. Monitoring Berkala
Evaluasi setiap 2 minggu dengan pengawasan kepala sekolah.
VI. PENEGASAN
Rekomendasi ini bersifat mendesak dan wajib dilaksanakan sebagai kebijakan sekolah.
VII. PENUTUP
Laporan ini menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan peningkatan literasi di SDN 1 Pulubala.
Pulubala, 7 April 2026
Pengawas Bina
RUWAIDAH IDRUS ALIYU, M.Pd

Komentar
Posting Komentar